Jumat, 24 Juli 2020

Interaksi Antarnegara Asia dan Negara Lainnya ( Pertemuan 1 Kelas IX )


Bab 1 

Interaksi Antarnegara Asia dan Negara Lainnya 



Apersepsi 

Secara garis besar, interaksi merupakan hubungan antar negara dan bangsa dunia dapat juga dikatakan secara internasional. Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan dapat dikatakn bahwa interaksi antar negara Asia dan negara lainnya dapat pula dikatakan sebagai hubungan internasional. Pada dasarnya Hubungan Internasional mempelajari mengenai bentuk interaksi antar negara dan bangsa berdaulat yang melewati batas-batas teritorialnya. Hubungan Internasional pada awalnya hanya bentuk kontak atau interaksi antar negara dalam masalah politik saja. Namun, seiring berkembangnya zaman, negara maupun aktor non-negara mulai tertarik pada isu-isu internasional yang mengalami transformasi akan isu-isu di luar isu politik, seperti isu ekonomi, lingkungan hidup, kejahatan transnasional, hak asasi manusia, terorisme, sosial dan kebudayaan. 


Ringkasan Materi 



A. Letak dan Luas Benua Asia dan Benua Lainnya 

Benua merupakan daratan luas pada permukaan bumi. Terbentuknya benua ini melalui proses yang sangat panjang dan melibatkan berbagai peristiwa alam. Benua dapat dilihat dengan mudah jika melihat peta atau globe. Sejauh ini benua yang paling besar adalah benua asia dengan luasnya berkisar 29% dari luas muka bumi ini. Di muka bumi ini setiap benua memiliki ciri khas dan karakteristiknya masing-masing yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Berikut adalah penjelasan mengenai benua di dunia. 

1. Letak dan Luas Benua Asia 

Benua Asia merupakan benua terbesar dan berpopulasi terpadat di dunia dengan wilayah yang mencakup 8,6% permukaan Bumi yang meliputi 50 negara yang tersebar dari daratan luas Asia Kecil, Timur Tengah, hingga Samudera Pasifik. Sekitar 60% populasi dunia tinggal di Asia. 

a. Letak, luas, dan batas 

Asia merupakan benua terbesar di dunia dengan luas mencapai ± 43.998.920 km², meliputi hampir 30,6% dari luas wilayah daratan dunia. Secara astronomis, wilayah Benua Asia terletak antara ± 15°BT - 180°BT dan ± 75°LU - 11°LS dengan batas-batas wilayah berikut ini: 

1) Sebelah Utara berbatasan dengan Samudra Arktik (Kutub Utara). 

2) Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudra Hindia dan Benua Australia. 

3) Sebelah Barat dengan Benua Eropa dan Laut Merah. 

4) Sebelah Timur berbatasan dengan Samudra Pasifik. 

b. Kondisi fisik 

Benua Asia memiliki relief dan kondisi alam yang bervariasi, yaitu ada titik tertinggi dan ada titik terendah, ada dataran tinggi dan ada dataran rendah, ada kawasan yang sangat panas dan ada kawasan yang sangat dingin, serta ada daerah yang subur dan ada daerah yang tandus. 

1) Iklim 

Berdasarkan letak lintangnya, Benua Asia dilalui garis khatulistiwa (0°) di bagian Tenggara (Indonesia) dan garis balik Utara pada lintang 23½° LU. Kondisi ini menyebabkan benua ini memiliki variasi iklim berikut ini. 

a) Iklim monsun tropis, terjadi di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan. 

b) Iklim subtropis, terjadi di kawasan Asia Tengah dan Asia Timur. 

c) Iklim gurun, terjadi di kawasan Asia Barat, Asia Tengah, dan Asia Timur. 

d) Iklim dingin, terjadi di kawasan Siberia (Asia Utara). 



2) Flora dan fauna 

Variasi iklim memengaruhi variasi flora dan faunanya. Di bagian Utara yang dingin, tumbuhan yang dominan adalah jenis tumbuhan tundra, seperti pohon-pohon berdaun jarum, lumut, dan rumput; sedangkan fauna khasnya adalah beruang siberia, rusa kutub, anjing laut, dan rubah. Di bagian tengah didominasi kawasan stepa dan sabana karena sedikit hujan. Di bagian Selatan, yang banyak terjadi hujan, terdapat kawasan hutan hujan yang memiliki beraneka jenis tumbuhan dan hewan. Fauna khas Asia yang dilindungi adalah badak, komodo, panda, gajah, harimau, beruang, dan berbagai jenis burung. Hewan-hewan tersebut perlu dilindungi karena populasinya semakin berkurang. 



c. Keadaan penduduk 

Pada tahun 1998 diperkirakan jumlah penduduk Asia sebesar 3.604.000.000 jiwa. Penduduk Asia terdiri dari berbagai tipe ras yang telah bercampur baur sehingga menimbulkan Asimilasi. Ras yang ada di Asia antara lain: 

1) Asia timur dan tenggara : Termasuk Ras Mongoloid dan Ras Melayu. 

2) Asia utara dan tengah : Mayoritas termasuk Ras Kaukasoid. 

3) Asia selatan bagian selatan : Mayoritas ras Kaukasoid dan Negroid. 

4) Asia kecil dan barat : Mayoritas ras Europoid dan Negroid. 

5) Asia barat bagian selatan : Mayoritas ras Negroid. 



Kepadatan di Benua Asia tidak merata, tergantung dengan dimana tempat tersebut. Pada umumnya tempat yang paling padat adalah daerah lembah sungai dan daerah pantai. 

d. Kegiatan ekonomi penduduk 

Sebagian besar bermata pencaharian di bidang Agraris dan Pertambangan. Hanya beberapa Negara saja yang Industrinya telah berkembang, misalnya Jepang, Korea Selatan, dan Singapura. Pertambangan minyak bumi banyak dihasilkan di Timur tengah, Indonesia, dan Brunei Darusallam.

Tugas

1) Asia timur dan tenggara 

2) Asia utara dan tengah  

3) Asia selatan bagian selatan  

4) Asia kecil dan barat  

5) Asia barat bagian selatan 

Sebutkan negara negara di 5 Kawasan Asia tersebut di atas
Jelaskan Letak Geografis,Astronomis dan Geologis Kawasan Asia 



Interaksi Keruangan Dalam Kehidupan Di Negara-Negara Asean ( Pertemuan 1 Kelas VIII )


BAB I 

Interaksi Keruangan Dalam Kehidupan Di Negara-Negara Asean 


APERSEPSI 

Sebuah Negara layaknya manusia yang tidak bisa berdiri sendiri. Inti kejadian tersebut adalah kegotongroyongan, kebersamaan, atau menjalin kerja sama. Sebuah negara kecil dapat menjadi kuat bila saling bekerja sama dengan negara-negara kecil lainnya. Contoh yang lebih nyata adalah negara-negara Asia Tenggara. Karena adanya masalah yang terjadi di Asia Tenggara, sehingga negara-negara yang merupakan anggota Asia Tenggara bersatu dan membentuk organisasi yang dinamakan ASEAN (Association of South East Asian nation). ASEAN merupakan perhimpunan bangsa-bangsa di Asia Tenggara yang didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand, melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok oleh Menteri Luar Negeri Filipina, Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Untuk lebih lengkapnya simaklah penjelasan materi berikut! 



RINGKASAN MATERI 

A. Mengenal Negara-Negara ASEAN 

Pada dasarnya semua negara membutuhkan suatu kerja sama termasuk negara Indonesia tidak bisa hidup sendiri, dia juga memerlukan bantuan dan kerjasama dengan negara lain makanya mereka melakukan interaksi sosial dengan negara lainnya.Untuk berhubungan dengan Negara lain Indonesia memerlukan kerja sama, yaitu kerjasama internasional. Kerjasama internasional adalah kerja sama yang dilakukan antar negara dalam rangka bertujuan pemenuhan kebutuhan rakyat dan kepentingan yang lain dengan berpedoman pada politik luar negeri masing-masing. Kerjasama bisa meliputi semua bidang baik di bidang politik sosial kebudayaan pertahanan keamanan teknologi dan ekonomi. Dalam konteks ini kami membahas tentang kerjasama regional. Kerjasama Regional adalah Kerjasama yang terjadi karena adanya satu kepentingan bersama di bidang politik ekonomi dan pertahanan. Contohnya untuk kawasan Asia Tenggara ada ASEAN. 

1. Letak Geografis Negara-Negara ASEAN 

 


Secara geografis negara-negara ASEAN terletak di belahan bumi utara dan selatan benua Asia, dengan wilayah daratan Asia dan kepulauan Asia. Wilayah daratan ASEAN disebut juga dengan nama daratan Semenanjung Malaya dan wilayah kepulauan ASEAN disebut juga dengan nama maritim Asia. Unsur geografis suatu tempat memengaruhi kehidupan penduduknya. Pengaruh tersebut terlihat dari mata pencaharian, kebiasaan, adat istiadat, dan hasil budaya lainnya. Negara-negara di kawasan Asia Tenggara memiliki banyak kesamaan geografis karena letaknya yang berdekatan. Oleh karena itu, kondisi sosial, ekonomi, dan budayanya banyak memiliki kesamaan. Berdasarkan segi ekonomi, sebagian besar penduduk Asia Tenggara bermata pencaharian sebagai petani yang menanam tanaman tropis. 

a. Keadaan alam ASEAN 

Unsur geografis merupakan keadaan alam di muka bumi yang membentuk lingkungan hidup manusia. Unsur geografis, di antaranya bentang alam, letak, luas, batas, iklim, dan sebagainya. Unsur geografis merupakan salah satu objek geografis. Objek geografis digolongkan menjadi dua, yaitu objek geografis fisik dan objek geografis nonfisik. Objek geografis fisik, antara lain bentang alam, letak, luas, batas, dan iklim. Objek geografis nonfisik adalah keadaan penduduk dan aktivitasnya. 

1) Bentang alam Asia Tenggara 

Bentang alam adalah keadaan umum tentang suatu wilayah. Wilayah negaranegara ASEAN terbagi atas dua bagian utama, yaitu sebagai berikut. 

2) Daratan berbentuk semenanjung 

Semenanjung adalah tanjung yang besar. Wilayah yang berbentuk semenanjung, 

antara lain Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, dan wilayah Malaysia bagian barat. 

3) Daratan berbentuk gugusan kepulauan 

Wilayah yang berbentuk gugusan kepulauan, di antaranya Filipina, Indonesia, wilayah Malaysia bagian timur, Singapura, dan Timor Leste. 

b. Letak, luas, dan batas 

Letak suatu wilayah dapat ditinjau secara astronomis dan geografis. Letak astronomis adalah letak yang didasarkan pada garis lintang dan garis bujur. Sedangkan letak geografis adalah letak yang didasarkan pada posisi suatu wilayah terhadap wilayah lainnya. Letak astronomis Asia Tenggara adalah 28o LU – 11o LS dan 92o BT – 141o BT. Letak geografis Asia Tenggara berada di antara tiga perairan, yaitu sebagai berikut 

1) Samudra Hindia dan Teluk Benggala di bagian barat; 

2) Laut Cina Selatan di utara. 

3) Samudra Pasifik di timur. 

Luas wilayah Asia Tenggara beserta wilayah perairannya adalah ± 4. 511.167 km2. 

c. Keadaan iklim 

Iklim merupakan salah satu unsur geografis. Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca dalam jangka waktu lama dan meliputi daerah yang sangat luas. Iklim ada dua jenis, yaitu iklim matahari dan iklim fisis. Iklim matahari adalah keadaan iklim yang didasarkan pada letak suatu wilayah terhadap garis astronomis. Wilayah Asia Tenggara secara astronomis terletak antara 28o LU – 11o LS. Hal ini berarti wilayah Asia Tenggara berada di daerah beriklim tropis. Hanya sebagian kecil kawasan Asia Tenggara yang beriklim subtropis, yaitu Myanmar bagian utara. Bagaimana ciri-ciri iklim tropis Asia Tenggara? Ciri-cirinya, antara lain sebagai berikut. 

1) Curah hujan tinggi, karena pengaruh adanya angin monsun barat. 

2) Suhu udara panas, karena berada di dekat garis ekuator. 

Selain iklim matahari, keadaan iklim dapat ditinjau dari keadaan fisik muka bumi dan wilayah perairan. Keadaan iklim yang ditinjau dari keadaan fisik muka bumi dan wilayah perairan disebut iklim fisis. Beberapa iklim fisis di kawasan Asia Tenggara, antara lain sebagai berikut. 

1) Iklim laut, yaitu iklim yang dipengaruhi oleh angin laut. Hal ini terjadi karena wilayah Asia Tenggara dikelilingi laut yang luas. 

2) Iklim gunung, yaitu iklim yang dipengaruhi oleh adanya gunung-gunung tinggi. 

3) Iklim dataran rendah, yaitu iklim yang dipengaruhi oleh adanya dataran rendah yang tersebar di kawasan Asia Tenggara. 

d. Mata Pencaharian Penduduk 

Sebagian besar penduduk di kawasan Asia Tenggara bermata pencaharian sebagai 

petani, kecuali Singapura. Sebagian besar penduduk Singapura bekerja dalam bidang industri dan perdagangan. Industri jasa keuangan dan perdagangan merupakan sektor andalan ekonomi Singapura. 

2. Letak Koordinat ASEAN 

Letak koordinat adalah letak suatu tempat yang dilihat berdasarkan dari posisi garis lintang dan garis bujur. Garis lintang adalah garis imajiner yang membentang secara horizontal melingkari bumi, sedangkan garis bujur adalah garis imajiner yang melingkari bumi secara vertikal. Garis lintang dibagi menjadi dua yaitu garis lintang utara dan garis lintang selatan yang dibatasi oleh khatulistiwa.

Tugas 1
Buatlah Peta wilayah ASEAN dan kondisi Geografis masing masing negara di kawasan ASEAN
Menggunakan Kertas gambar , penjelasannya menggunakan kertas bergaris

Interaksi Antar Ruang ( Pertemuan 1 Kelas VII )



BAB I 


MANUSIA, TEMPAT, DAN LINGKUNGAN 


APERSEPSI




Tahukah Anda apa kaitan antara manusia, tempat, dan lingkungan? Pada hakikatnya lingkungan sangat penting bagi kehidupan manusia. Segala yang ada pada lingkungan dapat dimanfaatankan oleh manusia untuk mencukupi kebutuhan hidup manusia, karena lingkungan memiliki daya dukung, yaitu kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Lingkungan memiliki hubungan dengan manusia, khususnya lingkungan di negara kita Indonesia. lingkungan mempengaruhi sikap dan perilaku manusia, demikian pula kehidupan manusia akan mempengaruhi lingkungan tempat hidupnya. Faktor lingkungan (tanah,iklim,topografi,sumber daya alam) dapat menjadi pra kondisi bagi sifat dan perilaku manusia. Lingkungan menjadi salah satu variabel yang mempengaruhi kehidupan manusia. Manusia pun dapat mempengaruhi lingkungan demi kemajuan dan kesejahteraan hidupnya. Oleh karena itu untuk lebih memahami mengenai kaitan antara manusia, tempat dan lingkungan di Indonesia, marilah kita pelajari materi dan berbagai aktivitas yang terdapat pada bab ini. 


PENDALAMAN MATERI 


A. Pengertian Ruang dan Interaksi Antar ruang 

Pada hakikatnya setiap makhluk yang hidup di bumi ini memerlukan ruang untuk melangsungkan kehidupannya. Keterkaitan amtara ruang dengan interaksi ruang kaitanya sangat eratkarena mereka saling membutuhkan satu sama lain. Tanpa adanya ruang, manusia dan makhluk hidup lainya tidak dapat melangsungkan kehidupanya. Untuk lebih memahami mengenai ruang, berikut ini disajikan definisi ruang menurut para ahli. 

a. Newton 

Newton mengemukakan ruang sebagai suatu kuantitas mutlak yang ada dan tanpa mengindahkan keberadaan dari materi ruang 

b. Carr 

Menurut carr, ruang adalah tempat manusia melakukan aktivitas dan kehidupannya sehari-hari 

c. Jayadinata 

Jayadinata mendefinisikan ruang sebagai seluruh bagian dari pemukaan bumi, meliputi lapisan biosfer, tempat hidup makhluk hidup baik manusia, hewan, dan tumbuhan 

d. Samadi 

Menurut samadi, ruang adalah selurh komponen komponen lingkungan hidup yang saling mempengaruhi, berhubungan, dan bergantung 

e. Sumaatmadja. 

Sumaatmadja. menyatakan ruang sebagai bagian dari permukaan bumi yang terdiri dari tiga lapisan, darat, laut, dan udara 

Berdasarkan pendapat ahli di atas dapat bisa kita simpulkan bahwa ruang adalah tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal. Ruang mencakupi berbagai hal diantaranya adalah udara, lapisan atmosfer, perairan(laut, sungai, dan danau), di bawah permukaan bumi (air dan tanah), dan batuan sampai pada lapisan tertentu yang menjadi sumber daya bagi kehidupan. Berbagai organisme atau makhluk hidup juga merupakan bagian dari ruang. Batas ruang adalah tempat dan unsur-unsur lainnya yang mempengaruhi kehidupan di permukaan bumi. 

Pada dasarnya setiap ruang yang ada di permukaan bumi memiliki ciri khas tertentu yang berbeda antara suatu wilayah dan wilayah lainnya. Tidak ada satu lokasi pun yang karakteristiknya sama persis antara satu dan lainnya. Karateristik inilah yang kemudian menciptakan keterkaitan antarruang di permukaan bumi. Indonesia sebagai suatu wilayah di permukaan bumi juga memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan wilayah lainnya. 

Dengan adanya perbedaan karakteristik ruang di permukaan bumi, maka setiap ruang dapat memiliki keterkaitan dengan ruang lainnya.Perbedaan karakteristik ruang tersebut menyebabkan adanya interaksi antarsatu ruang dengan lainnya, karena setiap ruang membutuhkan ruang lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Contohnya, wilayah pegunungan umumnya merupakan penghasil sayuran, sedangkan daerah pesisir menghasilkan ikan laut. Penduduk daerah pantai membutuhkan sayuran dari daerah pegunungan dan sebaliknya penduduk dari daerah pegunungan membutuhkan ikan dari penduduk daerah pantai. Kedua wilayah kemudian saling berinteraksi melalui aktivitas perdagangan. 


Wujud dari interaksi sendiri berupa suatu proses yang sifatnya timbal balik dan mempunyai pengaruh terhadap tingkah laku, baik melalui kontak langsung atau tidak langsung. Interaksi melalui kontak langsung terjadi ketika seseorang datang ke tempat tujuan. Interaksi tidak langsung terjadi melalui berbagai cara misalnya dengan membaca berita, melihat tayangan di televisi dan lain-lain. Berikut adalah bentuk-bentuk interaksi antar ruang antara lain. 

a. Komunikasi 



Komunikasi adalah interaksi melalui perpindahan ide atau gagasan dan informasi, contohnya pengiriman informasi baik secara langsung maupun tidak langsung seperti membaca berita, melihat tayangan televisi, internet dan lain-lain. 

b. Transportasi 



Transportasi adalah interaksi melalui perpindahan barang atau energi, contohnya pengakutan barang, pergadangan dan lain-lain. 

c. Mobilitas Penduduk 



Mobilitas penduduk adalah Interaksi dalam bentuk pergerakan atau perpindahan manusia, contohnya emigrasi, imigrasi, transmigrasi, urbanisasi, perjalanan penduduk antar wilayah untuk bekerja atau wisata. 

Interaksi tersebut terjadi jika biaya untuk melakukan interaksi antar daerah asal dan tujuan lebih rendah dari keuntungan yang diperoleh. Contohnya, seorang yang pergi tempat kerja karena penghasilannya mampu menutupi ongkos yang dikeluarkannya. 










Terdapat beberapa kondisi saling bergantung yang diperlukan untuk terjadinya interaksi keruangan antara lain disebabkan sebagai berikut. 

a. Saling melengkapi (complementarity) 

Suatu keadaan atau kondisi saling melengkapi bisa terjadi jika ada wilayah wilayah yang berbeda jenis barang yang dihasilkannya. Misalnya, penduduk yang tinggal di wilayah pegunungan merupakan penghasil sayuran, sedangkan penduduk yang tinggal di wilayah pantai merupakan penghasil ikan. Penduduk yang tinggal di wilayah pegunungan membutuhkan ikan, sedangkan penduduk yang tinggal di wilayah pantai membutuhkan sayuran. Jika masing-masing memiliki kelebihan (surplus), maka penduduk yang tinggal di wilayah pegunungan melakukan interaksi dengan penduduk yang tinggal di wilayah pantai melalui aktivitas perdagangan atau jual beli. 


b. Kesempatan antara (intervening opportunity) 

Maksud dari kesempatan antara merupakan suatu lokasi yang menawarkan alternatif lebih baik sebagai tempat asal maupun tempat tujuan. Jika seseorang akan membeli suatu produk, maka ia akan memperhatikan faktor jarak dan biaya untuk memperoleh produk tersebut. Contohnya, Pembeli ikan yang tinggal di wilayah Bandung biasanya membeli ikan ke wilayah Cirebon, namun kemudian diketahui wilayah Subang yang juga penghasil ikan. Karena wilayah Subang jaraknya lebih dekat dan ongkos transportasinya lebih murah, para pembeli ikan dari wilayah Bandung akan beralih membeli ikan ke wilayah Subang. Akibatnya, interaksi antara wilayah Bandung dengan Cirebon melemah. 

c. Keadaan dapat diserahkan/dipindahkan (transferability) . 

Interaksi antar ruang tidak akan terjadi apabila biaya pengangkutan barang terlalu tinggi dibandingkan dengan keuntungannya, maka. Kemudahan transfer dan biaya yang diperlukan juga sangat tergantung pada ketersediaan infrastruktur atau sarana dan prasarana seperti jalan raya, jembatan, pelabuhan dan bandara yang menghubungkan daerah asal dan tujuan. Jalan yang rusak dan sulit untuk dicapai akan mengurangi kemungkinan terjadinya interaksi karena biaya untuk mencapainya juga akan lebih mahal. Sebagai contoh, seseorang akan menjual sayuran dari wilayah Indramayu ke wilayah Jakarta, namun jalan menuju wilayah Jakarta mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa dilalui. Akibatnya, orang tersebut tidak jadi menjual sayuran ke wilayah Jakarta. 










Minggu, 05 Juli 2020

Sobo Enterprise Training


SOBO ENTERPRISE TRAINING

Outbound training adalah kegiatan pelatihan di luar ruangan atau di alam terbuka (outdoor) yang menyenangkan dan penuh tantangan. Bentuk kegiatannya berupa simulasi kehidupan melalui permainan-permainan (games) yang kreatif, rekreatif, dan edukatif, baik secara individual maupun kelompok, dengan tujuan untuk pengembangan diri (personal development) maupun kelompok (team development). Melalui pelatihan outbound, diharapkan lahir “pribadi-pribadi baru” yang penuh motivasi, berani, percaya diri, berfikir kreatif, memiliki rasa kebersamaan, tanggung jawab, kooperatif, rasa saling percaya, dan lain-lain.

Sobo Enterprise Training merupakan Solusi untuk melakukan kegiatan Outbond n Training di Kota Wonosobo dan Sekitarnya. Di Pandu Oleh Fasilitator fasilitator yang berpengalaman dan sebagian instrukturnya merupakan pendidik, menjadikan S.E.T banyak di percaya oleh sekolah sekolah dan Instansi Pemerintahan maupun swasta untuk meningkatkan kerjasama team maupun leadhersip bagi siswa maupun pegawai melalui game game yang menyenangkan dan menantang. 


Dengan beragam jenis permainan yang diselenggarakan, harapan besarnya siswa maupun pegawai semakin bersemangat ketika kembali ke instansi masing masing dan dapat melahirkan ide-ide serta terobosan baru yang bermanfaat bagi kemajuan sekolah maupun Instansi.

Kekompakan yang terbentuk saat outbound training diharapkan terbawa seterusnya dalam pekerjaan, sehingga saat terjdi masalah, karyawan lebih solid satu sama lain dan saling berkolaborasi untuk memecahkan masalah.
Contac Person S,E.T 085328664915 Ifo
Mari Bergembira n Bermain Bersama Sobo Enterprise Training...Solusi Cerdas meningkatkan Kinerja dan motivasi belajar .

Kamis, 02 Juli 2020

Merdeka Belajar atau Belajar Merdeka ?


Merdeka Belajar atau Belajar Merdeka ?

Merdeka Belajar menjadi salah satu program inisiatif Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mas Nadiem Makarim yang ingin menciptakan suasana belajar yang bahagia. dan suasana yang happy. Tujuan merdeka belajar adalah agar para guru, peserta didik, serta orang tua bisa mendapat suasana yang bahagia. “Merdeka belajar itu bahwa proses pendidikan  harus menciptakan suasana-suasana yang membahagiakan. Bahagia buat siapa? Bahagia buat guru, bahagia buat peserta didik, bahagia buat orang tua, dan bahagia untuk semua orang”

Program merdeka belajar ini dilahirkan dari banyaknya keluhan di sistem pendidikan. Salah satunya keluhan soal banyaknya peserta didik yang dipatok oleh nilai-nilai tertentu.  “Merdeka belajar adalah kemerdekaan berpikir, terutama esensi kemerdekaan berpikir ini harus ada di guru dahulu. Tanpa terjadi di guru, tidak mungkin bisa terjadi di peserta didik.”

Setiap anak yang dilahirkan pasti memiliki keistimewaan yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Disinilah kita sebagai pendidik harus mampu menjadi teman belajar yang menyenangkan agar proses belajar anak benar-benar atas kesadaraannya sendiri dan merdeka atas pilihannya. Diperlukan waktu yang cukup serta kesabaran dalam memfasilitasi, agar anak mampu untuk mengenali potensinya. Karena bakat anak bisa tumbuh ketika anak sudah memiliki minat dan mau berlatih untuk mengasah keterampilannya. Dalam mengawali proses belajar, pendidik juga perlu memiliki kemampuan mendengar yang baik. Tidak hanya sekedar mentransfer pengetahuan dan mendikte anak-anak atas kehendak pendidik.

Kegagalan atau keberhasilan, kemampuan atau ketidakmampuan dilihat sebagai interpretasi yang berbeda yang perlu dihargai. Kebebasan dipandang sebagai penentu keberhasilan belajar. Siswa adalah subjek, bukan objek, Mereka harus mampu menggunakan kebebasan untuk melakukan pengaturan diri dalam belajar. Hal yang sangat penting bagi pembelajaran yang memerdekakan itu dimana kontrol belajar dipegang oleh diri siswa sendiri, bukan orang lain. Sebaliknya, praktek pembelajaran yang tidak memerdekakan selama ini tampak dimana si belajar dihadapkan dan ditetapkan pada aturan yang jelas dan ketat. Pembelajaran lebih banyak dikaitkan dengan penegakan disiplin, bahkan kegagalan atau ketidakmampuan dalam penambahan pengetahuan dikategorikan sebagai kesalahan yang perlu dihukum sehingga ada kesan “Sekolah tempat menuntut ilmu lebih kejam ketimbang penjara”, demikian Bernard Shaw sebagaimana dikutip dari Naomi (1999) dalam buku “Menggugat Pendidikan”, maka tidak heran jika guru memberikan informasi bahwa akan ada kegiatan guru rapat atau besok kita libur, suara gemuruh menyambut kesenangan itu luar biasa, seolah-olah anak terbebas dari belenggu dan beban belajar, ini yang perlu kita renungkan…?

Strategi pembelajaran yang memerdekakan, menekankan pada penggunaan pengetahuan secara bermakna dan proses pembelajaran lebih banyak diarahkan untuk meladeni pertanyaan atau pandangan siswa. Aktivitas belajar lebih menekankan pada ketrampilan berfikir kritis, analisis, membandingkan, generalisasi, memprediksi, dan menyusun hipotesis.  Pelaksanaan evaluasi dalam pembelajaran yang memerdekakan menekankan pada proses penyusunan makna secara aktif yang melibatkan ketrampilan terintegrasi dengan menggunakan masalah dalam konteks nyata.  Evaluasi menggali munculnya berfikir divergen, pemecahan masalah secara ganda atau tidak menuntut satu jawaban benar karena pada kenyataannya tidak ada jawaban siswa yang salah, yang ada adalah pertanyaan pendidik yang salah.  Evaluasi merupakan bagian utuh dari belajar dengan cara memberikan tugas yang menuntut aktivitas belajar yang bermakna serta menerapkan apa yang dipelajari dalam konteks nyata, artinya evaluasi lebih menekankan pada ketrampilan proses dalam kelompok.

 


Pembentukan Karakter melalui pendidikan di Alam terbuka


Pembentukan Karakter Melalui Pendidikan di Alam Terbuka

 

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang meliputi guru dan siswa yang saling bertukar informasi. 

Di sisi lain, pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, tetapi sebenarnya mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif). Juga dapat memengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seorang peserta didik. 
Namun proses pembelajaran ini memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan pengajar saja. Sedangkan pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dengan peserta didik. Alam adalah media yang sangat baik untuk proses perkembangan kecerdasan peserta didik. 

Ada banyak hal yang bisa dikenalkan kepada peserta didik. Biasanya, alam juga memberikan suasana berbeda bagi sang buah hati untuk berinteraksi secara langsung dengan lingkungan. 

Ada beragam manfaat anak belajar di alam terbuka yang perlu Anda ketahui. Adanya ruang lingkup alam menjadi titik temu kreatifitas pembelajaran dialam terbuka. Sebagai guru menjadi sebuah tuntutan agar pembelajaran menjadi suatu kreatif dan menarik.  

Tidak hanya itu, dampak kegiatan belajar di alam terbuka yaitu mereka lebih mudah memahami apa yang dijelaskan oleh guru. Memang, belajar di alam terbuka lebih menarik dibandingkan belajar di ruang kelas. Dan itu membuat tambahan yang bagus untuk kegiatan belajar yang lebih menarik kedepannya.

Karakter peserta didik yang sering berinteraksi dengan alam akan terbentuk dengan baik, karena peserta didik selalu meng eksplorasi setiap kejadian di alam terbuka melalui pengamatan, penjelajahan dan pengalaman. Hal itulah akan menciptakan karakter kuat bagi siswa yang nantinya akan bermanfaat bagi dirinya karena mampu berinteraksi dengan alam dan lingkungan.

 


Kondisi Geografis Indonesia ( Link Video )

Kondisi Geografis Suatu Kawasan



Letak Suatu tempat bisa di lihat dari Letak Geografis, Astronomis, Geologis. Letak Geografis merupakan letak suatu tempat berdasarkan bentang alam yang ada, Letak Astronomis merupakan letak suatu tempat berdasarkan garis lintang dan garis bujur, sementara letak Geologis merupakan letak suatu negara berdasarkan susunan batuan yang ada.
Untuk Lebih jelasnya bisa klik tautan disini

Solusi Pembelajaran Di Masa Pandemi ( hyperlink ke IGI dan Sagusablog )

 Solusi Pembelajaran Di Masa Pandemi

Walau Pandemi tetep belajar ya

        Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat dunia mendefinisikan makna hidup, tujuan pembelajaran dan hakikat kemanusiaan. Jika selama ini manusia-manusia dipaksa hidup dalam situasi serba cepat, pekerjaan tanpa henti, dan kejaran target pertumbuhan ekonomi dalam sistem kompetisi. Namun, persebaran virus Corona (Covid-19) yang menjadi krisis besar manusia modern, memaksa kita untuk sejenak bernafas, berhenti dari pusaran sistem, serta melihat kembali kehidupan, keluarga, dan lingkungan sosial dalam arti yang sebenarnya. Manusia dipaksa ‘berhenti’ dari rutinitasnya, untuk memaknai apa yang sebenarnya dicari dari kehidupan.

    Indonesia punya tantangan besar dalam penanganan Covid-19. Dari semua aspek yang menjadi tantangan saat ini, saya konsentrasi pada aspek pendidikan, yang esensial untuk didiskusikan. Aspek pendidikan menjadi konsentrasi penulis, karena telah berpuluh tahun bergelut di bidang ini dalam kapasitas sebagai peneliti, praktisi hingga perumus kebijakan.

        Pandemi Covid-19 memaksa kebijakan social distancing, atau di Indonesia lebih dikenalkan sebagai physical distancing (menjaga jarak fisik) untuk meminimalisir persebaran Covid-19. Jadi, kebijakan ini diupayakan untuk memperlambat laju persebaran virus Corona di tengah masyarakat. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) merespon dengan kebijakan belajar dari rumah, melalui pembelajaran daring dan disusul peniadaan Ujian Nasional untuk tahun 
        Persebaran virus Corona yang massif di berbagai negara, memaksa kita untuk melihat kenyataan bahwa dunia sedang berubah. Kita bisa melihat bagaimana perubahan-perubahan di bidang teknologi, ekonomi, politik hingga pendidikan di tengah krisis akibat Covid-19. Perubahan itu mengharuskan kita untuk bersiap diri, merespon dengan sikap dan tindakan sekaligus selalu belajar hal-hal baru. Indonesia tidak sendiri dalam mencari solusi bagi peserta didik agar tetap belajar dan terpenuhi hak pendidikannya. Sampai 1 April 2020, UNESCO mencatat setidaknya 1,5 milyar anak usia sekolah yang terdamapk Covid 19 di 188 negara termasuk 60 jutaan diantaranya ada di negara 
Semua negara terdampak telah berupaya membuat kebijakan terbaiknya dalam menjaga kelanggengan layanan pendidkan. Indonesia juga menghadapi beberapa tantangan nyata yang harus segera dicarikan solusinya: (1) ketimpangan teknologi antara sekolah di kota besar dan daerah, (2) keterbatasan kompetensi guru dalam pemanfaatan aplikasi pembelajaran, (3) keterbatasan sumberdaya untuk pemanfaatan teknologi Pendidikan seperti internet dan kuota, (4) relasi guru-murid-orang tua dalam pembelajaran daring yang belum 
        Pemberlakuan kebijakan physical distancing yang kemudian menjadi dasar pelaksanaan belajar dari rumah, dengan pemanfaatan teknologi informasi yang berlaku secara tiba-tiba, tidak jarang membuat pendidik dan siswa kaget termasuk orang tua bahkan semua orang yang berada dalam rumah. Pembelajaran teknologi informasi memang sudah diberlakukan dalam beberapa tahun terakhir dalam sistem pendidikan di Indonesia. Namun, pembelajaran daring yang berlangsung sebagai kejutan dari pandemi Covid-19, membuat kaget hampir di semua lini, dari kabupaten/kota, provinsi, pusat bahkan dunia 
        Jadi, kendala-kendala itu menjadi catatan penting dari dunia pendidikan kita yang harus mengejar pembelajaran daring secara cepat. Padahal, secara teknis dan sistem belum semuanya siap. Selama ini pembelajaran online hanya sebagai konsep, sebagai perangkat teknis, belum sebagai cara berpikir, sebagai paradigma pembelajaran. Padahal, pembelajaran online bukan metode untuk mengubah belajar tatap muka dengan aplikasi digital, bukan pula membebani siswa dengan tugas yang bertumpuk setiap hari. Pembelajaran secara online harusnya mendorong siswa menjadi kreatif mengakses sebanyak mungkin sumber pengetahuan, menghasilkan karya, mengasah wawasan dan ujungnya membentuk siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat. Online di Masa Pandemi.
    Ikatan Guru Indonesia sebagai organisasi Guru resmi mencoba membuat solusi untuk meningkatkan kompetensi Guru dan Anggota nya dengan mengadakan worksop secara daring. Salah satunya dengan mengadakan SAGUSABLOG ( Satu Guru Satu Blog ) untuk membekali anggotanya di bidang IT.
Selain itu IGI juga banyak sekali mengadakan diklat maupun webinar yang secara tidak langsung membantu pemerintah dengan kerja kerja riil dan mandiri.

Asyiknya Belajar IPS secara Online

Masa pandemi Corona Virus Disease 19 membuat berbagai lini kehidupan terganggu, dari sisi politik,ekonomi,sosial, budaya dan Pendidikan. Sebagian besar masyarakat gagap dan kurang siap dalam menghadapi pandemi ini, termasuk sektor pendidikan. Sekolah sekolah banyak yang diliburkan, pembelajaran pun banyak menggunakan daring dan luring.
Baik pembelajaran daring maupun luring mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing masing Ilmu Pengetahuan Sosial memiliki celah yang baik dalam menggunakan metode daring. Pembelaaran IPS yang cenderung up to date dan mengikuti perkembangan sosial budya masyarakat bisa bersinergi dengan pembelajaran Online.
Penyiapan bahan ajar dan strategi mengajar daring yang dilakukan oleh para guru akan sangat menentukan kesuksesan pembelajaran Online kali ini. Jadi Pandemi Covid 19 bisa disiasati dengan cara metode pembelajara yang Asyik Bagi peserta didik. Sukses selalu IPS....