Selasa, 02 Februari 2021

Penguatan Ekonomi Maritim dan Agrikultur di Indonesia ( Materi IPS Kelas VIII )



Dalam lingkup ekonomi internasional Indonesia mempunyai posisi strategis yang memiliki letak silang antara dua benua dan dua samudra yang menjadi lalu lintas perdagangan antar negara. Selain sebagai jalur lalu lintas perdagangan, Indonesia juga mempunyai potensi maritim yang begitu besar baik berupa sumber daya kelautan dan kekayaan alam lainnya.
Penguatan Ekonomi dan Agrikultur di Indonesia

Dalam lingkup ekonomi internasional Indonesia mempunyai posisi strategis yang memiliki letak silang antara dua benua dan dua samudra yang menjadi lalu lintas perdagangan antar negara. Selain sebagai jalur lalu lintas perdagangan, Indonesia juga mempunyai potensi maritim yang begitu besar baik berupa sumber daya kelautan dan kekayaan alam lainnya. Selama ini potensi maritim masih belum terlalu dikembangkan dan masih tertinggal dengan sektor lainnya. Bahkan sektor ini seringkali seringkali dimanfaatkan oleh pihak asing untuk mengambil keuntungan dengan cara ilegal. Maka perlu dari sekarang bangsa Indonesia memberikan perhatian lebih dan upaya untuk membangun potensi maritim yang ada.

1. Penguatan Ekonomi Maritim




Gambar ekonomi maritim

Sumber: https://katadata.co.id/

Pembangunan Ekonomi Maritim terdiri dari tiga kata yaitu, 1) Pembangunan, 2) Ekonomi, 3) Maritim. Kata pembangunan mempunyai arti lebih luas dari kata pertumbuhan. Pertumbuhan ekonomi (Economic Growth) diartikan sebagai upaya atau kegiatan peningkatan kapasitas produksi untuk menghasilkan pertambahan output, yang biasa diukur dengan Produk Domestic Bruto (PDB) atau Gross National Product (GNP). Bila dihitung untuk setiap penduduk (per kepala) disebut Produk Domestic Bruto per kapita. Sedangkan Pembangunan Ekonomi (economic development) mempunyai arti yang lebih luas, karena meliputi modereniasi kelembagaan. Kelembagaan meliputi bahasan tentang organisasi ekonomi, pemerintah daerah dan kota. Pembangunan ekonomi dimaksudkan dengan melakukan kehidupan yang lebih baik, melakukan konsumsi yang lebih rasional, melakukan kegiatan secara produktif dan tidak boros (pemborosan), yang berarti secara efektif dan efisien. pembangunan ekonomi maritim adalah kajian yang mempelajari bahasan tentang peningkatan kapasitas produksi untuk melakukan pembangunan ekonomi maritim di daerah pesisir pantai yang berinteraksi dengan perairan atau laut, sebagai media atau arena pembangunan, sebagai tempat dilakukannya pembangunan. Orientasi bahasannya lebih banyak kearah pembangunan di perairan atau laut dari pada daratan.
Ekonomi maritim



Pembangunan ekonomi maritim memiliki peranan yang sangat penting, dalam hal:

a. Merupakan wadah atau arena (media) kegiatan penangkapan ikan dan hasil-hasil laut lainnya, yang dilakukan oleh kelompok nelayan, yang menggunakan perahu penangkapan ikan, kapal motor penangkap ikan, barang, jaringan ikan, pancing (kail) dan lainnya. Sumberdaya ikan terdapat sangat melimpah jumlah dan jenisnya di wilayah laut atau perairan yang sangat luas.

b. Melayani kegiatan tansportasi laut menggunakan kapal laut, kapal motor atau perahu layar bermotor untuk mengangkut barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan, dari daerah produksi ke daeraah pemasaran yang tersebar letaknya.



c. Melayani kegiatan perdagangan antar pulau, melayani pengiriman komoditas hasil pertanian dalam arti luas (tanaman pangan, perkebunan, perikanan, peternakan, dan kehutan) dan barang manufaktur dari pelabuhan di daerah produksi ke pelabuhan-pelabuhan di daerah konsumsi.

d. Kegiatan pembangunan sektor maritim sangat luas, meliputi berbagai sektor usaha (yaitu pelayaran antar pelabuhan, perdagangan antar pulau, kegiatan pelabuhan dan di daerah pelabuhan, kegiatan wisata bahari, dan sebagainya) melibatkan tenaga kerja yang jumlahnya sangat banyak, modal usaha dan investasi yang sangat besar.

2. Penguatan Agrikultur di Indonesia

Agrikultur adalah proses memproduksi makanan, panganan, serat, dan banyak hasil-hasil kebutuhan lain di sektor pertanian tanaman-tanaman tertentu dan pertambahan hewan-hewan lokal(ternak). Praktek agrikultur dikenal juga sebagai “pertanian”, saat para ahli, penemu, dan lain sebagainya mengubah metode-metode dan peralatan pertanian, dapat dikatakan agrikultur menjadi lebih berguna.




Gambar bajak sawah dengan mesin

Sumber: https://venuemagz.com/

Agrikultur atau disebut juga pertanian merupakan salah satu cabang ilmu biologi. Agrikultur atau Pertanian sendiri merupakan kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa dipahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam (bahasa Inggris: crop cultivation) serta pembesaran hewan ternak (raising), meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bioenzim dalam pengolahan produk lanjutan, seperti pembuatan keju dan tempe, atau sekedar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan atau eksploitasi hutan.

Pertanian merupakan sektor yang memiliki peranan signifikan bagi perekonomian Indonesia. Sektor pertanian menyerap 35.9% dari total angkatan kerja di Indonesia dan menyumbang 14.7% bagi GNP Indonesia (BPS, 2012). Fakta-fakta tersebut menguatkan pertanian sebagai megasektor yang sangat vital bagi perekonomian Indonesia. Sektor pertanian di Indonesia merupakan tulang punggung dari perekonomian dan pembangunan nasional, hal tersebut dapat dilihat dalam pembentukan PDB, penerimaan devisa, penyerapan tenaga kerja, penyediaan pangan, dan penyediaan bahan baku industri. Sektor pertanian juga berperan dalam memeratakan pembangunan melalui upaya pengentasan kemiskinan dan perbaikan pendapatan masyarakat. Selain itu, sektor pertanian juga telah menjadi salah satu pembentuk budaya bangsa dan penyeimbang ekosistem.

Potensi pertanian Indonesia antara lain :

a. Keanekaragaman Hayati dan Agroekosistem

Indonesia memiliki potensi sumberdaya alam, termasuk plasma nutfah, yang melimpah (mega biodiversity). Biodiversity darat Indonesia merupakan terbesar nomor dua di dunia setelah Brasil, sedangkan bila termasuk biodiversity laut maka Indonesia merupakan terbesar nomor satu di dunia. Hal ini dapat dilihat dengan beragamnya jenis komoditas pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan yang sudah sejak lama diusahakan sebagai sumber pangan dan pendapatan masyarakat.

b. Lahan Pertanian

Indonesia memiliki potensi ketersediaan lahan yang cukup besar dan belum dimanfaatkan secara optimal. Data dari kajian akademis yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air, Kementerian Pertanian pada tahun 2006 memperlihatkan bahwa total luas daratan Indonesia adalah sebesar 192 juta ha, terbagi atas 123 juta ha (64,6 persen) merupakan kawasan budidaya dan 67 juta ha sisanya (35,4 persen) merupakan kawasan lindung. Dari total luas kawasan budidaya, yang berpotensi untuk areal pertanian seluas 101 juta ha, meliputi lahan basah seluas 25,6 juta ha, lahan kering tanaman semusim 25,3 juta ha dan lahan kering tanaman tahunan 50,9 juta ha.

3. Strategi Pengembangan Agrikultur di Indonesia




Gambar panen raya padi

Sumber: bangka.tribunnews.com

Pengembangan agrikultur di Indonesia harus digalakkan mengingat besarnya potensi tentang kesuburan tanahnya. Pemerintah wajib mendukung sepenuhnya, salah satunya dengan memasukkan kecanggihan teknologi. dahulu Indonesia pernah mendapat sebutan macan asia karena besarnya hasil agrikultur untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dan internasional. Beberapa strategi yang dapat diterapkan pemerintah dalam mengembangkan bidang agrikultur di Indonesia sebagai berikut.

a. Perbaikan Irigasi
irigasi yang baik menentukan keberhasilan



kegiatan agrikultur sangat memerlukan air dalam pelaksanaannya. Misalnya pertanian, untuk menghidupi tanaman mutlak membutuhkan air dalam pertumbuhannya. Pertanian yang berhasil tidak lepas dari baiknya sistem irigasi yang diterapkan.Oleh karena itu, pemerintah mengusahakan keterjaminan ketersediaan airuntuk pertanian dengan perbaikan atau pengadaan irigasi yang baik.

b. Ekofarming
ekofarming mulai diminati masyrakat


dalam kemajuan teknologi untuk penguatan agrikultur di Indonesia terkadang kurang memperhatiakan analisis dampak terhadap lingkungan (AMDAL). Untuk mengatasi masalah tersebut perlu diterapkan sistem ekofarming. Dimana strategi ekofarming merupakan peningkatkan sistem budidaya di sectorpertanian yang ramah lingkungan dan terintegrasi dengan kearifan lokal disetiap daerah di Indonesia.

c. Distribusi Pupuk Secara Merata
pupuk harus merata


Strategi yang ketiga ini, berupa distribusi pupuk secara merata di seluruhwilayah Indonesia. Untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia proses pendistribusian pupuk secara merata perlu diperhatikan. Langkah yang ditempuh dalam strategi ini adalah petanidiminta menjumlahkan kebutuhan pupuk untuk kebutuhan tanamnya perhektar selama satu tahun. Dengan cara ini pemerintah akan dapat mengetahuikebutuhan pupuk selama satu tahun sehingga dapat menyediakan stok pupuksesuai dengan kebutuhan petani.

d. Memperbaiki peralatan agrikultur dengan teknologi mutakhir

Dalam perkembangan dunia pertanian, peralatan penunjangnya selalu mengalami kemajuan. Hal itu bukanlah tanpa alasan, penerapan teknologi mutakhir sangat mempengaruhi hasilnya. Terlebih lagi penggunaan mesin-mesin dengan kapasitas yang besar untuk proses yang lebih cepat dan efisien. Namun, penggunaan teknologi ini harus dibarengi dengan memperhatikan dampak terhadap lingkungan, supaya tidak menimbulkan efek buruk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar