Jumat, 21 Oktober 2022

Jurnal Refleksi Guru Penggerak Modul 1.4 : BUDAYA POSITIF

 


Mempelajari Modul 1.4 benar – benar membawa kesadaran penuh pada diri saya untuk melakukan perubahan. Dalam Modul ini banyak hal baru yang saya pelajari, saya belajar tentang bagaimana membangun disiplin Positif, mengetahui berbagai teori Motivasi, bagaimana peranan  Hukuman dan Penghargaan dalam pendidikan, bagaimana cara menciptakan Keyakinan Kelas, mengetahui apa saja Kebutuhan Dasar Manusia, serta bagaimana cara penyelesaian masalah menggunakan segitiga Restitusi, 5 posisi control guru serta menerapkannya dalam ekosistem sekolah yang aman, dan berpihak pada murid, menyusun strategi-strategi aksi nyata yang efektif dengan mewujudkan kolaborasi beserta seluruh pemangku kepentingan sekolah agar tercipta budaya positif yang dapat mengembangkan karakter murid, menganalisis secara reflektif dan kritis penerapan budaya positif di sekolah dan mengembangkannya sesuai kebutuhan sosial dan murid .

Kesepakatan kelas

Sebagai CGP yang diharapkan nantinya mampu menggerakkan rekan guru, komunitas dan lingkungan dalam membuat perubahan pendidikan, maka CGP harus memulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekatnya, yaitu sekolah tempat CGP mengajar. CGP harus bisa menjadi pelopor penumbuhan maupun penguatan budaya positif di lingkungan tempat mengajarnya  . Ada beberapa budaya positif yang sebenarnya sudah saya lakukan, akan tetapi akan tetapi setelah mempelajari modul ini dan penguatan melalui elaborasi pemahaman ada bebrapa langkah yang tidak sesuai dan perlu langkah langkah perbaikan. Diantaranya adalah penghargaan, selama ini saya memberikan penghargaan pada peserta didik untuk memberikan motivasi, akan tetapi ternyata dalam modul ini pemberian penghargaan juga bisa berdampak seperti hal nya hukuman. Yaitu sama sama akan mengarahkan ke identitas gagal , karena pemberian penghargaaan hanya akan efektif pada kepentingan jangka pendek saja, dan mengakibatkan anak hanya berorientasi pada pen


Penumbuhan kedisipilin pada siswa yang selama ini sudah dibudayakan di sekolah akan tetapi menurut modul 1.4 masih ada solusi  yang lebih baik dan ternyata masih banyak cara yang lebih baik dalam penanganan kedisiplinan siswa. Dengan adanya hal ini,  perasaan tertantang maka saya mempelajari materi yang ada dalam LMS sesuai dengan jadwal yang ditentukan baik belajar mandiri, kolaborasi dan eloborasi pemahaman.

Langkah awal dalam penerapan modul 1.4 yang saya lakukan adalah pembuatan keyakina kelas , seelah mealui berbagai macam proses dan kesepakatan kelas yang ada akhirnya para murid benar – benar bisa menghasilkan sesuatau yang berarti untuk kelas kami. Dan ini menjadi sesuatu yang luar biasa sekali, proses keberpihakan pada anak benar benar bisa terwujud.

Penyelesaian masalah dengan restitusi, menjadi sesuatu yang membuat saya juga semakin tertarik mengaplikasikan yang telah saya pelajari dalam modul ini . Segala permasalah dalam kelas ataupun sekolah pasti akan selalu muncul , disinilah tugas guru diuji bagaimana menemukan cara menyelesaikan permasalah dengan bijaksana yang mengedepankan solusi yang melibatkan dan menguntungkan kedua belah pihak. 

Setelah mempelajari modul ini, ada beberapa perubahan yang ingin saya lakukan dalam waktu dekat  untuk  menumbuhkan Budaya Positif di sekolah salah satunya adalah menempatkan diri pada posisi kontrol sebagai manajer, mengajak murid-murid untuk membentuk keyakinan kelas sebagai landasan mereka dalam berperilaku, menyelesaikan segala permasalahan melalui pendekatan restitusi dengan langkahnya segitiga restitusi, Serta berupaya selalu menganalisi secara reflektif dan kritis dalam penerapan budaya positif di sekolah dan mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan sosial dan perkembangan murid.  



Memang hal ini tidak  mudah untuk mewjudkan perubahan ini, akan tetapi dengan keyakinan diri serta dukungan lingkungan sekolah yang ada, saya yakin secara bertahap proses penumbuhan budaya positif di sekolah akan menjadi semakin baik..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar