Rabu, 05 Agustus 2020

Mengenal Negara ASEAN Indonesia ( Kelas VIII Pertemuan kedua )

Indonesia adalah negara di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa dan 

berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra 

Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 

pulau.
Indonesia



Indonesia adalah negara di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa dan 

berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra 

Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 

pulau. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di Asia Tenggara. 

Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia juga merupakan salah satu negara yang 

memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Pulau-pulau utama Indonesia adalah Pulau 

Sumatra, Pulau Kalimantan, Pulau Jawa, Pulau Sulawesi dan Pulau Papua. 



Gambar Indonesia di Peta 

Sumber: https://id.wwikipedia.org 

1) Keadaan alam 

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Maka dari itu, negara 

kita sangat kaya dengan bentang alam. Sumber daya alam yang ada di Indonesia 

juga sangat melimpah. Kekayaan alam tersebut menjadi modal dasar dalam 

pembangunan di Indonesia Keadaan alam di Indonesia sangat menguntungkan bagi Indonesia. Tanah di Indonesia yang subur mengakibatkan berbagai jenis hewan/fauna dapat hidup dengan baik. Dengan kondisi tanah yang subur, iklim tropis, dan curah hujan yang cukup, tanah di Indonesia dapat ditanami berbagai jenis tanaman sebagai penyedia makanan bagi berbagai jenis hewan/fauna. Oleh karena itu, Indonesia juga kaya dengan berbagai jenis hewan, baik yang hidup secara alami maupun yang secara sengaja diternakkan. Hal tersebut merupakan keunggulan geostrategi Indonesia. 

a) Letak, luas, dan batas 

Secara astronomis, kepulauan Indonesia terletak pada 6o LU – 11o LS dan 95o BT – 141o BT. Adapun secara geografis, Kepulauan Indonesia terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia serta di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Letak secara astronomis berarti letak berdasarkan garis lintang dan bujur. Garis lintang merupakan garis khayal pada peta atau globe yang sejajar dengan khatulistiwa. Garis khatulistiwa membelah bumi menjadi dua belahan utara dan belahan selatan. Garis khatulistiwa atau garis equator atau garis lini adalah garis lintang 0°. Garis lintang dipergunakan untuk membagi wilayah iklim di bumi yang disebut iklim matahari. Dan Garis bujur adalah garis khayal pada peta atau globe yang menghubungkan kutub utara dan selatan bumi. Bumi dibagi menjadi 180° garis bujur timur (BT) dan 180° garis bujur barat (BB). Perhitungan garis bujur 0° dimulai dari Kota Greenwich dekat Kota London. Garis bujur dipergunakan untuk menentukan waktu suatu daerah. Batas-batas Wilayah Indonesia sebagai berikut : 

Barat : Samudra Indonesia 

Timur : Papua Nugini, dan Samudra Pasifik 

Utara : Malaysia, Singapura, Filipina, dan Laut Cina Selatan 

Selatan : Australia, Timor Leste, dan Samudra Hindia 

Luas wilayah Indonesia mencapai 5.194.143 km2. Dua pertiga dari luas wilayah Indonesia berupa lautan. Indonesia disebut juga sebagai Nusantara, hal ini dikarenakan Indonesia terdiri atas pulau-pulau yang berjumlah 17.508 pulau. Nusantara sendiri memiliki arti kepulauan yang terpisah oleh laut atau bangsa-bangsa yang terpisah oleh laut. Luas wilayah negara Indonesia menjadi daya tarik tersendiri untuk para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Tidak sedikit dari mereka yang memiliki rencana untuk berkeliling Indonesia dan menikmati keindahan alam serta keanekaragaman flora fauna disetiap di Indonesia yang mereka kunjungi. Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil dari Samudra Indonesia hingga Samudra Pasifik. Ini menjadikan Indonesia memiliki lautan yang luas sekitar 3.273.810 km². Lautan Indonesia memiliki batas sesuai hukum laut internasional, yaitu dengan menggunakan teritorial laut sepanjang 12 mil laut serta Zona Ekonomi Eksklusif sepanjang 200 mil laut (searah dengan penjuru mata angin). Luasnya lautan Indonesia membawa keberkahan bagi bangsa Indonesia. Sumber daya alam yang terkandung dilautan sangat banyak sekali dan ini bisa digunakan untuk menyejahterakan bangsa Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara terluas didunia dengan total luas 

negara 5.193.250 km² (mencakup daratan dan lautan). Hal ini menempatkan Indonesia sebagai negara terluas ke-7 didunia setelah Rusia, Kanada, Amerika Serikat, Tiongkok, Brasil dan Australia. Jika dibandingkan dengan luas negara-negara di Asia, Indonesia berada diperingkat ke-2. Dan jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, Indonesia menempatkan dirinya sebagai negara terluas di Asia Tenggara. 

b) Iklim 



Gambar Iklim di wilayah Indonesia 

Sumber: https://www.akhmadshare.com 

Letak astronomis Indonesia yang berada di wilayah tropis membuat Indonesia beriklim tropis. Apa yang menjadi ciri iklim di daerah tropis? Ciri iklim tropis adalah suhu udara yang tinggi sepanjang tahun, dengan ratarata tidak kurang dari 18° C, yaitu sekitar 27° C. Di daerah tropis, tidak ada perbedaan yang jauh atau berarti antara suhu pada musim hujan dan suhu pada musim kemarau. Secara umum, keadaan iklim di daerah Indonesia dipengaruhi oleh tiga jenis iklim, yaitu iklim musim, iklim laut, dan iklim panas. Gambaran tentang ketiga jenis iklim tersebut adalah seperti berikut. 

(1) Iklim musim, dipengaruhi oleh angin musim yang berubah-ubah setiap periode waktu tertentu. Biasanya satu periode perubahan adalah enam bulan. 

(2) Iklim laut, terjadi karena Indonesia memiliki wilayah laut yang luas sehingga banyak menimbulkan penguapan dan akhirnya mengakibatkanterjadinya hujan. 

(3) Iklim panas, terjadi karena Indonesia berada di daerah tropis. Suhu yang tinggi mengakibatkan penguapan yang tinggi dan berpotensi untuk terjadinya hujan. Kepulauan Indonesia seluruhnya terletak di daerah tropis dan bagian dari iklim musim Indo-Australia yang berciri temperatur tinggi, udaranya basah, dan curah hujan yang tinggi. Indonesia merupakan daerah iklim musim yang paling kontras di dunia, hal ini karena pengaruh dari Benua Asia dan Australia (Angin Muson Barat dan Muson Timur). Pada bagian tenggara 

Kepulauan Indonesia, iklimnya lebih kering, hal ini karena pengaruh angin anti siklon dingin dari Australia, karena itu di Nusa Tenggara Timur banyak dijumpai daerah sabana. Di Indonesia berlaku hanya dua musim cuaca, yaitu musim kering dan musim hujan. Di sebagian daerah, musim hujan turun dari bulan Desember hingga Maret, sedangkan musim kering dari bulan Mei hingga Oktober, dengan periode transisi yang dikarakteristikkan oleh pergantian angin dan cuaca yang berubah-ubah pada bulan-bulan Maret hingga Mei dan 

September hingga November. Periode transisi di antara dua musim ini menjadikan silih bergantinya hari dengan sinar matahari penuh dan hujanhujan selingan. Bahkan, pada pertengahan musim hujan temperatur berkisar 21 derajat celcius hingga 33 derajat celcius, kecuali daerah yang berada di lintang atas bisa lebih dingin. Hujan terlebat menurut catatan terjadi pada bulan Desember dan Januari setiap tahunnya. 

Pada saat musim hujan di wilayah Indonesia (Oktober sampai April), angin muson yang bergerak dari Samudra Pasifik menuju wilayah Indonesia dibelokkan oleh gaya corioli, sehingga berubah arahnya menjadi angin barat atau disebut angin muson barat. Pada saat bergerak menuju wilayah Indonesia, angin muson dari Samudra Pasifik telah membawa banyak uap air sehingga turun sebagai hujan di daerah Indonesia. Perhatikan gambar 

di atas, untuk melihat pola pergerakan angin muson barat. 

Peristiwa sebaliknya terjadi pada saat musim kemarau (Mei sampai September). Pada saat itu, angin muson dari Benua Australia atau disebut angin timur yang bertekanan maksimun bergerak menuju Benua Asia yang bertekanan minimum melalui wilayah Indonesia. Karena Benua Australia sekitar 2/3 wilayahnya berupa gurun, sehingga udara yang bergerak tadi relatif sedikit membawa uap air yang dikandungnya. Selain itu, udara tadi 

hanya melewati wilayah lautan yang sempit antara Australia dan Indonesia, sehingga sedikit pula uap yang dibawa. Pada saat itu, di sekitar Indonesia terjadi musim kemarau. 

c) Kondisi geografis 

Letak geografis Indonesia yang di batasi dengan berbagai keadaan alam dan negara yang berbeda. Berdasarkan dengan letak geografisnya, Kepulauan Indonesia di batasi dengan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Ketika kita melihat globe atau melihat dari luar angkasa, teritorial Indonesia berada dalam posisi silang. Sedangkan Kepulauan Indonesia terletak di antara benua Asia dengan Benua Australia. Dengan letak yang di nilai cukup strategis ini, membuat Indonesia menjadi tempat ramai dalam perdagangan dunia. 

Pasalnya negara-negara yang melewati jalur laut, dari Eropa atau Asia Barat yang hendak ke Australia harus melewati atau transit di Indonesia. Letak geologis Indonesia juga cukup strategis, yaitu berada dalam pertemuan dua jalur pegunungan muda yang ada di dunia. Pegunungan yang ada di jalur barat merupakan Pegunungan Mediterania, sedangkan pegunungan di jalur timur merupakan Pegunungan Sirkum Pasifik. Akibat adanya dua jalur 

pegunungan muda inilah, menyebabkan Indonesia menjadi wilayah yang memiliki banyak gunung berapi yang masih aktif serta gunung tertinggi di dunia. Sehingga, Indonesia juga menjadi negara yang paling rawan terjadi gempa bumi, seperti gempa bumi vulkanik maupun tektonik. Letak geografis juga memberikan dampak bagi makhluk hidup yang hidup 

di permukaan bumi. Letak geografis dapat menentukan pergantian musim pada kurun waktu tertentu sehingga memberikan pengaruh bagi makhluk hidup yang bergantung pada iklim dan musim tertentu. 

d) Persebaran flora dan fauna 



Gambar contoh flora dan fauna Indonesia 

Sumber: https://www.faunadanflora.com 

Jenis flora dan fauna di Indonesia dipengaruhi oleh adanya variasi jenis iklim dan tanah sehingga memungkinkan penyediaan aneka tanaman yang merupakan bahan makanan binatang. Flora dan fauna di Indonesia dikelompokkan dalam 3 wilayah, hal ini dijelaskan oleh Alfred Russel Wallace dan Max Wilhelm Carl Webber. Oleh sebab itu kita mengenal adanya garis Wallace dan garis Webber. Pembagian wilayah flora dan fauna oleh 

garis Wallace dan Webber tersebut didasarkan pada kesamaan sifat makhluk hidup dan sejarah geologi yang memengaruhi persebarannya. Garis Wallace adalah garis semu yang membatasi fauna Indonesia bagian barat dengan fauna Indonesia bagian tengah. Sedangkan garis Webber adalah garis yang membatasi fauna Indonesia bagian timur dengan fauna Indonesia bagian tengah. 

(1) Flora di Indonesia 

Flora Indonesia dalam flora dunia secara keseluruhan termasuk formasi Indo-Malaya yang tersebar di Indonesia, Kepulauan Filipina, Sailan, India, daratan Asia Tenggara, Afrika Tengah, dan Amerika Selatan, yaitu di Dataran Amazon. Flora Indonesia mempunyai kesamaan dengan flora Asia, Australia. Berdasarkan tipe persebaran flora, Indonesia dapat 

dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu Indonesia bagian barat. 

(a) Persebaran flora Indonesia barat 

Flora Indonesia barat meliputi fauna di wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan pulau-pulau di sekitarnya. Flora yang hidup atau terdapat di Selat Makassar ke barat mempunyai persamaan dengan tumbuhan di Asia, misalnya teh dan kopi. Ciri khas flora di daerah Indonesia bagian barat dipengaruhi oleh hutan hujan ekuator yang terdapat di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa. Curah hujan yang tinggi di daerah itu menyebabkan jenis 

pohon dipterocarps merupakan flora yang terpenting. Biasanyatumbuhan itu ditemukan di daerah yang tidak bergunung-gunung. Jenis pohonnya, yaitu jenis eboni, kayu besi, kamper, dan mahoni. 



Gambar pohon eboni 

Sumber: https://www.dekoruma.com 

Di Sumatra dan pulau di sekitarnya terdapat jenis pohon pinus, kamper, meranti, kapur, cemara, kayu besi, tembusu, mengarawan, miri, punak, merawan, kempas, banio, kayu besi, kayu manis, paku tiang, nibung, marban, beringin, dan beberapa jenis bunga (Raflesia arnoldi dan Raflesia vanda hageirana). Flora yang dibudidayakan penduduk, misalnya markisa, rambutan, duku, durian, manggis, kemenyan, salak, bambu, dan rotan. Jenis-jenis flora tersebut banyak kita jumpai dalam keseharian kita di masyarakat. 

Di Jawa dan pulau sekitarnya ada jenis pohon jati, meranti, mahoni, kemuning, beringin, sono keling, pinus, pinang, dan beberapa jenis bunga (bunga anggrek, akasia, dan bugenvil). Beberapa jenis flora yang dibudidayakan penduduk adalah nangka, tumbuhan 

jamu (seperti jahe dan kunyit), jarak, kina, jambu, durian, salak, dan cempedak. Di Kalimantan dan pulau di sekitarnya terdapat jenis pohon ramin, kamper, meranti, ulin, keruing, kayu besi, jelutung, majan, bakau, pinus, pelaik, kebaca, seru, dan beberapa tumbuhan merambat (seperti rotan dan bunga liar). Sebagian besar hutan di Kalimantan ditutupi oleh hutan alami. Tumbuhan yang dibudidayakan penduduk adalah langsat, rambutan, dan durian. 

(b) Persebaran Flora Indonesia Tengah 

Flora Indonesia Tengah meliputi fauna di wilayah Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan pulau-pulau di sekitarnya. Flora dan fauna yang hidup atau terdapat di sebelah timur Selat Makassar hingga Palung Kei di Maluku merupakan tipe peralihan antara corak 

Asia dengan Australia. Di Sulawesi dan pulau di sekitarnya terdapat jenis pohon eboni, kayu besi, kayu jati, pinus, banyan, kayu hitam, tumbuhan merambat (seperti rotan), dan beberapa jenis bunga anggrek. Tumbuhan yang dibudidayakan penduduk, misalnya markisa, jati, dan rotan. Hutan di Sulawesi termasuk daerah hutan hujan tropis. Keadaan hutan itu sudah banyak yang rusak akibat pertanian penduduk yang berpindah-pindah dan pembalakan liar. Di Nusa Tenggara dan pulau di sekitarnya terdapat jenis pohon jati, pohon sandalwood, akasia, cendana, dan beberapa jenis bunga anggrek. Tumbuhan yang dibudidayakan penduduk, misalnya lada, sorgum, cokelat, cengkih, salak, dan jeruk. 

Di Maluku dan pulau sekitarnya terdapat sagu, meranti, gotasa, kayu besi, lenggua, jati, kayu putih, dan beberapa jenis anggrek. Walaupun merupakan kepulauan, di sini ada hutan yang cukup untuk diolah, misalnya di Pulau Yamdena dan Saparua. Flora yang dibudidayakan penduduk, misalnya sagu, gandaria, dan kayu putih. 

(c) Persebaran flora Indonesia timur 

Flora Indonesia timur meliputi flora wilayah Pulau Papua dan pulau-pulau di sekitarnya. Flora yang hidup atau terdapat dari Palung Kei ke timur mempunyai persamaan dengan tumbuhan di Australia. Flora di Papua termasuk flora jenis konifera, yaitu Agatis 

alba dan obi. Hutan di Papua termasuk hutan tropis dan terdapat hutan sabana. Jenis tumbuhan lain, yaitu pohon sagu, nipah, dan pohon bakau di daerah rawa-rawa dataran rendah. 

(2) Fauna di Indonesia 

Keanekaragaman fauna di Indonesia dipengaruhi oleh keadaan alam, rintangan alam, serta gerakan hewan. Fauna di Indonesia digolongkan menjadi 3 kelompok, yaitu sebagai berikut. 

(a) Persebaran fauna Indonesia barat 

Fauna Indonesia barat atau tipe Asiatis mempunyai wilayah persebaran yang mencakup Sumatra, Jawa, Bali, dan juga Kalimantan. Fauna Indonesia barat terdapat mamalia yang berukuran besar seperti gajah, macan, babi hutan, orang utan, badak bercula satu, banteng, tapir, kerbau, rusa, monyet, bekantan, dan sebagainya. Tipe asiatis juga banyak terdapat jenis-jenis reptil seperti ular, bunglon, kura-kura, buaya, tokek, kadal, biawak, dan trenggiling. Fauna Indonesia barat mempunyai macam-macam jenis seperti burung hantu, elang, merak, kutilang, gagak, jalak, dan berbagai macam jenis unggas. Terdapat banyak ikan air tawar. 

(b) Persebaran fauna Indonesia tengah 

Fauna Indonesia tengah merupakan tipe peralihan. Fauna Indonesia Tengah mencakup Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, serta pulaupulau disekitarnya. Fauna Indonesia tengah antara lain babi, rusa, kuskus, monyet hitam, tarsius, sapi, kuda, sapi, anoa, ikan duyung, monyet saba, beruang, dan banteng. Terdapat juga berbagai jenis reptil, amfibi, dan berbagai macam burung. Reptil di fauna Indonesia tengah antara lain biawak, komodo, buaya, dan ular. Berbagai macam jenis burung yang ada di wiliyah ini antara lain burung maleo, burung dewata, rangkong, kakatua nuri, mandar, dan raja udang. 

(c) Persebaran fauna Indonesia timur 

Fauna Indonesia timur atau disebut tipe australis tersebar yang mencakup wilayah Papua, Halmahera, serta Kepulauan Aru. Mamalia di fauna Indonesia timur antara lain kanguru, beruang, walabi, landak atau nokdiak, kuskus, pemanjat berkantung, kanguru 

pohon, dan kelelawar. Namun, tidak ditemukan kera. Terdapat juga berbagai jenis reptil, antara lain : biawak, buaya, ular, serta kadal. Berbagai jenis burung juga banyak ditemui di wilayah Indonesia timur antara lain burung cendrawasih, nuri, raja udang, kasuari, serta namudur. Namun, di wilayah Indonesia timur memiliki jenis ikan air tawar yang relatif sedikit. 

Gambar fauna Indonesia timur 

3) Penduduk 



Gambar ras Melanosoid 

Sumber : https://oktatarasblog.files.wordpress.com 

Penduduk Indonesia terdiri atas berbagai suku dan ras, sehingga dikenal sebagai masyarakat yang majemuk. Berdasarkan ciri-ciri fisiknya, penduduk Indonesia dapat dibagi menjadi empat kelompok ras, yaitu sebagai berikut. 

a) Kelompok ras Papua Melanesoid , terdapat di Papua/Irian, Pulau Aru, dan Pulau Kai. 

b) Kelompok ras Negroid, antara lain orang Semang di Semenanjung Malaka, orang Mikopsi di Kepulauan Andaman. 

c) Kelompok ras Weddoid, antara lain orang Sakai di Siak Riau, orang Kubu di Sumatra Selatan dan Jambi, orang Tomuna di Pulau Muna, orang Enggano di Pulau Enggano, dan orang Mentawai di Kepulauan Mentawai. 

d) Kelompok ras Melayu Mongoloid, yang dibedakan menjadi dua golongan, yaitu sebagai berikut. 

(1) Ras Proto Melayu (Melayu Tua), antara lain Suku Batak, Suku Toraja, dan Suku Dayak. 

(2) Ras Deutro Melayu (Melayu Muda), antara lain Suku Bugis, Madura, Jawa, dan Bali. 

Di samping kelompok ras di atas, masyarakat Indonesia juga terdiri atas kelompok warga keturunan Tiongkok (ras Mongoloid), warga keturunan Arab, Pakistan, India, ras Kaukasoid, dan sebagainya. Beberapa suku yang ada di Indonesia misalnya suku Jawa (45% jumlah penduduk Indonesia), Sunda (14% jumlah penduduk Indonesia), Madura (8%jumlah penduduk Indonesia), dan Batak (7% jumlah penduduk Indonesia). 

Dari total 266.927.712 jiwa yang ada di Indonesia di tahun 2018 ini, sebanyak 133.084.082 jiwa adalah berjenis kelamin laki-laki dan 133.842.630 jiwa adalah perempuan. Untuk presentasenya yakni 49,9% penduduk Indonesia adalah laki-laki dan 50,1% adalah perempuan. Angka pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia 2016, 2017 dan 2018 terus mengalami peningkatan yang signifikan. Apabila dibandingkan dengan negara yang ada di Asia Tenggara lainnya, ternyata Indonesia menduduki peringkat satu dari segi penduduk yang paling banyak. Posisi kedua ada negara Filipina dengan 105 juta jiwa dan negara Vietnam dengan 95,5 juta jiwa. Jika dihitung dari wilayah benua Asia, maka Indonesia menempati posisi ke-3 setelah Cina dengan 1,4 miliar jiwa dan India yang memiliki 1,3 miliar penduduk. Jika dilihat dari total keseluruhan penduduknya, maka penduduk Indonesia adalah 3,4% dari keseluruhan populasi penduduk dunia. 

4) Perekonomian 



Gambar sektor agraris Indonesia 

Sumber: https://bertani99.blogspot.com 

Mata pencaharian penduduk Indonesia sebagian besar bertani (agraris). Hasil pertanian utama yaitu padi, ubi, jagung, karet dan kelapa sawit. Hasil tambang yang utama yaitu emas, timah, dan batubara. Nelayan masih menggunakan perahu-perahu tradisional dan hanya sedikit menyerap tenaga kerja. 

a) Mata uang : Rupiah 

b) Hasil pertanian : beras, jagung, singkong, sagu, karet, kelapa, dan kelapa sawit. 

c) Hasil tambang : emas, batubara, timah, besi, minyak, bauksit. 

d) Hasil industri : elektronik, tekstil, pakaian, kimia, minyak, mebel dari kayu, dan rotan. 

e) Ekspor utama : elektronik, alat-alat listrik, minyak dan gas, tekstil, pakaian, dan minyak sawit. 

f) Impor utama : alat-alat industri, mesin, dan transportasi. 

5) Bentuk pemerintahan 

Bentuk pemerintahan republik konstitusional yang diterapkan di Indonesia memiliki ciri pemerintahan dipegang oleh presiden sebagai kepala pemerintahan yang dibatasi oleh konstitusi (UUD). Pada Pasal 4 Ayat (1) UUD 1945 menjelaskan Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar. Presiden dibantu oleh wakil presiden saat menjalankan tugas dan kewajiban. 

Di negara yang menggunakan bentuk pemerintahan republik konstitusional, kekuasaan presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan tidak diwariskan. Terdapat masa jabatan tertentu dan ketika masa jabatan tersebut habis, untuk menentukan presiden selanjutnya dilakukan melalui cara tertentu sesuai konstitusi yang berlaku. Di Indonesia cara memilih presiden adalah secara langsung melalui Pemilihan Umum (Pemilu). Pemilihan presiden dan wakil presiden dilakukan dalam satu pasangan yang diusung partai politik atau koalisi parpol. Presiden Indonesia dibatasi oleh UUD 1945 sebagai konstitusi yang menjadi landasan utama menjalankan pemerintahan. UUD 1945 merupakan sebuah kontrak sosial antara rakyat dan penguasa. UUD 1945 mengatur pembagian kekuasaan, menjalankan kekuasaan, hak dan kewajiban, dan aturan lain tentang kehidupan bernegara. 

6) Kondisi sosial budaya 

Keragaman yang terdapat dalam kehidupan sosial manusia melahirkan masyarakat majemuk. Majemuk berarti banyak ragam, beraneka, berjenis-jenis. Secara etnik, bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk dengan jumlah etnik yang besar. Etnik adalah seperangkat keadaan atau kondisi spesifik yang dimiliki oleh kelompok masyarakat tertentu atau kelompok etnik. Yang dimaksud dengan sekelompok etnik adalah sekumpulan orang atau individu yang mempunyai budaya dan sosial yang unik serta menurunkannya kepada 

generasi mereka yang berikutnya. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia memiliki budaya atau kearifan lokal (local genius) yang tidak dipengaruhi oleh budaya asing. Faktor budaya lokal Indonesia sendiri dipengaruhi oleh hal-hal berikut ini. 

a) Faktor agama. 

b) Interaksi bermasyarakat. 

c) Kerakyatan. 

Indonesia sebagai negara kepulauan dihuni oleh beragam penduduk dengan ciri khas dan budaya masing-masing. Kondisi ini menciptakan keragaman dalam kehidupan sosial dan budaya bangsa. Aspek sosial dan budaya terbentuk dari faktor interaksi manusia dengan lingkungan eksternalnya. 

7) Kerja sama 

Berikut ini contoh kerja sama Indonesia dengan beberapa negara ASEAN. 

a) Thailand 

Indonesia dan Thailand menjalin kerja sama di bidang politik,ekonomi,sosial,dan 

budaya.Indonesia mengimpor beras dan gula,sebaliknya Indonesia mengeskspor kayu lapis dan pesawat terbang ke Thailand. Dalam pertemuan terakhir antara Indonesia dan Thailand akan membahas lebih jauh kerja sama bilateral di bidang perikanan. Alasan perikanan menjadi pembahasan kedua negara, karena Indonesia memiliki kekayaan laut dan perikanan yang berlimpah. Di sisi lain, Thailand merupakan salah satu negara dengan kapal 

penangkapan terbanyak dan memiliki Fishery Prolessing terbesar di dunia. Oleh karena itu, permasalah ini pun dibahas. Diharapkan dapat menjaga hubungan baik dan menyatukan antara Indonesia dan Thailand 

b) Fillipina 

Hubungan antara Indonesia dengan Fillipina berpusat pada kerja sama di bidang perdagangan ekspor dan impor. Indonesia mengekspor minyak bumi, baja, besi, dan alumunium ke Filipina. Sementara Filipina mengekspor gula dan kopra ke Indonesia. Selain bekerja sama dalam perdagangan, Indonesia dan Filipina juga memiliki kesepakatan dalam bidang energi yang diwakili oleh Kementerian Luar Negeri kedua negara. Kerja sama yang lain dalam hal perikanan,pertanian,kehutanan,pendidikan, dan kebudayaan dalam rencana jangka panjang. Adapun kerja sama ini akan tetap diperluas seiring berjalannya pemerintahan. 

c) Singapura 

Indonesia dan Singapura menjalin kerja sama di berbagai bidang. Indonesia mengekspor minyak mentah,timah,gas alan,sayur-sayuran,daging,dan kayu lapis ke singapura. Sementara itu Indonesia juga bekerja sama dalam bidang pertahanan dan kemanan, serta sosial dan budaya. Dalam pertahanan dan keamanan Indonesia, Malaysia dan Singapura saling menjaga Selat Malaka, perdagangan, hubungan Indonesia, Malaysia, dan Singapura membentuk kawasan Segitiga Emas yang terkenal dengan nama Sijori (Singapura, Johor, dan Riau). 

d) Brunei Darussalam 

Indonesia mengekspor sayur-sayuran, buah-buahan, pakaian jadi, dan kendaraan ke Brunei Darussalam. Selain itu Indonesia juga mengirimkan tenaga pengajar dan tenaga ahli lainnya ke Brunei Darussalam. 

e) Laos dan Vietnam 

Kerja sama Indonesia dengan Laos dan Vietnam lebih mengutamakan dalam bidang ekonomi,politik,sosial,dan budaya. Pemerintah Indonesia dengan Laos sepakat bekerja sama untuk meningkatkan bidang-bidang sebagai berikut. 

(1) Kerja sama pengembangan kapasitas diplomat. 

(2) Kerja sama di bidang kehutanan dalam hal teknis dan tenaga ahli. 

(3) Indonesia membantu di Laos dalam membangun pertaniannya.
Kerjakan Soal Soal di Bawah ini...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar