Eksplorasi Konsep Filosofi Pendidikan KHD serta Nilai dan Peran Guru Penggerak
![]() |
| Pembentukan Karakter sangat tergantung peran Guru |
Lumpkin (2008), menyatakan bahwa guru dengan karakter baik mengajarkan murid mereka tentang bagaimana keputusan dibuat melalui proses pertimbangan moral. Guru ini membantu muridnya memahami nilai-nilai kebaikan dalam diri mereka sendiri, kemudian mereka mempercayainya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari siapa mereka, hingga kemudian mereka terus menghidupinya. Guru dengan karakter yang baik melestarikan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat melalui murid-murid mereka.
Segala perilaku seorang guru akan mendapat sorotan dari muridnya dan lingkungan
sekitar. Seorang Guru yang mempunyai karakter baik, akan mampu menjadi teladan
baik bagi muruidnya dan lingkungan sekitar. Guru memiliki tanggung jawab moral
untuk mengarahkan karakter anak menjadi baik. Tidak kalah pentingya, guru perlu
juga memahami kodrat alam dan kodrat
zaman di dalam mendidik peserta didiknya. Tugas sebagai seorang pendidik
selanjutnya adalah memahami benar nilai-nilai yang diperlukan untuk menyiapkan
karakter peserta didik di era keterbukaan dan globalisasi saat ini.
Melalui program Pendidikan Guru Penggerak, para guru diharapkan mampu untuk
memahami nilai-nilai dan peranan mereka sebagai pemimpin pembelajaran dan agen
perubahan demi pencapaian Merdeka Belajar dan terwujudnya Profil Pelajar
Pancasila.
![]() |
| Profil pelajar Pancasila |
Profil Pelajar Pancasila merupakan bentuk konkret, manifestasi,
pelaksanaan, pengaktualan, pengejawantahan, penjelmaan bentuk ideal dari
pelajar Indonesia. Rule model sebagai long life learning, yang nantinya
diharapkan memiliki kompetensi menyeluruh, eksis di ranah global tanpa
meninggalkan ciri budaya serta kearifan lokal. Ia memiliki karakter terpuji,
berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama:
beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global,
bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.
Implementasi Nilai Guru Penggerak
Terdapat lima nilai yang ada dan harus terpatri dalam jiwa seorang Guru
Penggerak yaitu mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, serta berpihak pada
murid. Nilai Mandiri bisa di artikan seorang Guru Penggerak harus mampu
senantiasa mendorong dirinya sendiri untuk melakukan aksi nyata serta mengambil
tanggung jawab atas segala hal yang terjadi pada dirinya dengan segala
konsekuensinya. Segala perubahan yang terjadi di lingkungan kita maupun pada
diri kita, muncul dari dalam diri kita sendiri.
| Mendidik murid secara mandiri |
![]() |
| Reflektif dalam proses pembelajaran |
Nilai selanjutnya adalah reflektif yang berarti seorang Guru Penggerak mampu senantiasa merefleksikan dan memaknai pengalaman yang terjadi di sekelilingnya, baik yang terjadi pada diri sendiri serta pihak lain. Perilaku reflektif seorang guru penggerak bisa dilihat ketika seorang guru telah menyelesaikan suatu aksi, maka ia akan mencatat dan memasukkannya dalam diri, mengendapkan hal positif untuk ditingkatkan, menyimpan hal negatif untuk diperbaiki. Menjadikan keduanya sebagai sarana evaluasi diri sehingga menjadi pribadi yang lebih baik setiap waktu. Semua peristiwa yang terjadi tidak dibiarkan berlalu begitu saja, tetapi selalu mengambil hikmahnya.
![]() |
| Saling berkolaborasi di MGMP IPS |
Nilai Kolaboratif mempunyai arti bahwa seorang Guru Penggerak mampu senantiasa membangun hubungan kerja yang positif terhadap seluruh pihak pemangku kepentingan yang berada di lingkungan sekolah ataupun di luar sekolah. Sebagai contoh guru harus bisa membangun komunikasi dan kerjasama dengan orang tua murid dan komunitas terkait dalam mencapai tujuan pembelajaran. Sebagai contoh perilaku yang mampu dilakukan oleh seorang Guru Penggerak terkait nilai Kolaboratif adalah bersama-sama guru lain mencari solusi permasalahan yang biasa ditemui oleh peserta didik, baik masalah akademik maupun non akademik, kemudian seorang guru penggerak juga mampu berkomunikasi dan kerjasama dengan orang tua dalam penanganan permasalahan tersebut.
Berikutnya adalah nilai Inovatif, nilai Inovatif berarti seorang Guru
Penggerak harus mampu senantiasa memunculkan gagasan-gagasan terbaru dan tepat
sasaran terkait situasi tertentu ataupun permasalahan tertentu. Nilai inovatif
ini juga mendukung keterbukaan para Guru Penggerak terhadap gagasan serta ide
lain yang muncul dari luar dirinya untuk memecahkan berbagai masalah, mencari
informasi lain yang bisa mendukung proses terjadinya, sudut pandang orang lain
yang bisa membantu dirinya dalam menemukan inspirasi pemecahan masalah ataupun
mengambil keputusan, hingga pada akhirnya melakukan solusi ataupun aksi nyata
untuk mengatasi permasalahan tersebut. Contoh perilaku inovatif seorang Guru
Penggerak adalah menemukan cara baru untuk diterapkan, sehingga pembelajaran
tak terasa sebagai beban, tetapi tetap bermakna bagi siswa, menggunakan
berbagai sumber belajar, menyenangkan, dan sesuai dengan cara belajar siswa.
![]() |
| Berpihak pada murid dengan mengembangkan potensinya |
Nilai yang terakhir adalah berpihak pada murid, nilai ini mempunyai arti seorang Guru Penggerak selalu bergerak dengan mengutamakan kepentingan perkembangan murid sebagai dasar tujuan yang utama. Segala keputusan yang diambil oleh seorang Guru Penggerak dalam pengambilan keputusan didasari pembelajaran yang mengutamakan kepentingan murid terlebih dahulu, bukan untuk kepentingan dirinya sendiri. Respek pada murid, tidak didasarkan pada rasa suka atau tidak suka terhadap murid. Memfasilitasi belajar sesuai bakat, minat, cita-cita,potensi dan perkembangan anak yang disesuaikan dengan zamannya merupakan wujud dari keberpihakan pada murid.
Nilai dan peran dari Guru Penggerak dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara memiliki
keterkaiatan yang sangat erat sekali. Kegiatan Pendidikan Guru Penggerak diharapkan
akan membentuk pribadi para Guru Penggerak yang mampu
mematrikan nilai-nilai dan menjalankan peran untuk menjadi teladan bagi para
peserta didik sehingga kebiasaan berperilaku akan membentuk karakter dan Profil
Pelajar Pancasila.
Guru penggerak harus mampu melaksanakan peran guru penggerak, meliputi
pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, menjadi coach bagi guru
lain, mendorong kolaborasi antar guru, dan mewujudkan kepemimpinan murid.
Sebagai guru penggerak, guru harus mampu melaksanakan
peran pertama sebagai pemimpin pembelajaran. Seorang pemimpin pembelajaran
adalah guru yang mampu mengondisikan pembiasaan perilaku baik dengan memberikan
keteladanan serta menerapkan sistem/ aturan yang konsisten di dalam kelas
maupun di sekolah. Seorang Guru sudah sepatutnya mengembangkan lingkungan, baik
fisik maupun psikis, yang menjadi tempat anak menanamkan nilai-nilai baik pada
dirinya.
Melalui peran seorang Guru sebagai pemimpin pembelajaran, guru dapat
mendorong wellbeing ekosistem pendidikan sekolah yang berpihak kepada anak.
Guru sepatutnya bisa menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, membekali anak
dengan sikap, karakter, pengetahuan dan keterampilan yang anak butuhkan. Dengan
kata lain, guru penggerak harus mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang
mendukung tumbuh kembang anak sesuai dengan zamannya.
Guru penggerak harus mampu menggerakkan komunitas praktisi atau
menggerakkan orang lain untuk
menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuhnya profil pelajar
Pancasila pada anak. Guru penggerak dapat menggerakkan MGMP di lingkungan
sekolah, komunitas guru tingkat kabupaten lewat MGMP, maupun komunitas lain
agar semua anggota komunitas tersebut ikut terlibat melakukan perubahan untuk
menerapkan pembelajaran yang berpihak pada anak agar terwujud profil pelajar
Pancasila.
![]() |
| Menjadi mentor bagi sesama guru |
Guru penggerak juga harus mampu menjadi mentor atau coach bagi guru lain
untuk mengembangkan pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik di kelas
dan sekolah masing-masing. Guru penggerak dituntut mampu mengidentifikasi
aspek-aspek yang perlu ditingkatkan dari rekan sejawat, merefleksikan hasil
pengalamannya diri sendiri maupun guru yang lain tentang penerapan merdeka
belajar, dan memantau perkembangan dari rekan guru agar diperoleh hasil yang
lebih optimal.
Guru penggerak harus bisa membuka ruang diskusi yang positif dan mampu
berkolaborasi antar guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah
untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru Penggerak juga sudah sepatutnya
membantu para murid ini untuk mandiri dalam belajar, mampu memunculkan motivasi
murid untuk belajar, juga mendidik karakter murid di sekolah sehingga mampu
mewujudkan kepemimpinan murid.
Dari pembahasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa peran guru penggerak sangat
banyak dan membutuhkan energy yang cukup besar. Agar mampu melaksanakan kelima
peran tersebut dengan baik, guru penggerak harus menanamkan nilai-nilai pada
diri guru penggerak itu sendiri sehingga mampu melihat tujuan dari Guru
Penggerak. Guru penggerak harus mampu menjadi agen perubahan dari dirinya
sendiri terlebih dahulu, yaitu dengan mulai menanamkan nilai-nilai guru
penggerak pada diri seorang Guru Penggerak.

.jpg)



.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar