Selasa, 20 September 2022

Eksplorasi Konsep Filosofi Pendidikan KHD serta Nilai dan Peran Guru Penggerak

 Eksplorasi Konsep Filosofi Pendidikan KHD serta Nilai dan Peran Guru Penggerak

Oleh : Trubus Kurniawan

Merdeka Belajar 

Video Koneksi Filosofi Pendidikan KHD serta Nilai dan Peran Guru Penggerak

Dalam lingkungan Sekolah,karakter seorang guru akan selalu menjadi panutan dan tauladan, demikian juga di lingkungan masyarakat, di lingkungan ini setiap tindakan , pemikiran maupun  langkahnya selalu menjadi Inspirasi bagi murid- muridnya. Guru mempunyai banyak sekali kesempatan lewat keteladannya dalam menanamkan karakter baik kepada murid-muridnya. Yang menjadi permasalahan adalah mau atau tidak Guru memanfaatkan kesempatan ini, atau memilih kesempatan yang luar biasa ini lewat begitu saja, sehingga penanaman karakter baik akan terlewat begitu saja.

Pembentukan Karakter sangat tergantung peran Guru

Lumpkin (2008), menyatakan bahwa guru dengan karakter baik mengajarkan murid mereka tentang bagaimana keputusan dibuat melalui proses pertimbangan moral. Guru ini membantu muridnya memahami nilai-nilai kebaikan dalam diri mereka sendiri, kemudian mereka mempercayainya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari siapa mereka, hingga kemudian mereka terus menghidupinya. Guru dengan karakter yang baik melestarikan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat melalui murid-murid mereka.

Segala perilaku seorang guru akan mendapat sorotan dari muridnya dan lingkungan sekitar. Seorang Guru yang mempunyai karakter baik, akan mampu menjadi teladan baik bagi muruidnya dan lingkungan sekitar. Guru memiliki tanggung jawab moral untuk mengarahkan karakter anak menjadi baik. Tidak kalah pentingya, guru perlu juga  memahami kodrat alam dan kodrat zaman di dalam mendidik peserta didiknya. Tugas sebagai seorang pendidik selanjutnya adalah memahami benar nilai-nilai yang diperlukan untuk menyiapkan karakter peserta didik di era keterbukaan dan globalisasi saat  ini.

Melalui program Pendidikan Guru Penggerak, para guru diharapkan mampu untuk memahami nilai-nilai dan peranan mereka sebagai pemimpin pembelajaran dan agen perubahan demi pencapaian Merdeka Belajar dan terwujudnya Profil Pelajar Pancasila.

Profil pelajar Pancasila


Profil Pelajar Pancasila merupakan bentuk konkret, manifestasi, pelaksanaan, pengaktualan, pengejawantahan, penjelmaan bentuk ideal dari pelajar Indonesia. Rule model sebagai long life learning, yang nantinya diharapkan memiliki kompetensi menyeluruh, eksis di ranah global tanpa meninggalkan ciri budaya serta kearifan lokal. Ia memiliki karakter terpuji, berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Implementasi Nilai Guru Penggerak

Terdapat lima nilai yang ada dan harus terpatri dalam jiwa seorang Guru Penggerak yaitu mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, serta berpihak pada murid. Nilai Mandiri bisa di artikan seorang Guru Penggerak harus mampu senantiasa mendorong dirinya sendiri untuk melakukan aksi nyata serta mengambil tanggung jawab atas segala hal yang terjadi pada dirinya dengan segala konsekuensinya. Segala perubahan yang terjadi di lingkungan kita maupun pada diri kita, muncul dari dalam diri kita sendiri.

Mendidik murid secara mandiri 
Adapun yang bisa dilakukan oleh seorang guru dalam implementasi nilai mandiri antara lain, mengambil inisiatif pembelajaran yang membuat peserta didik merasa nyaman dan senang dengan berbagai rencana pemebalajaran, kemudian motivasi untuk mengembangkan potensi diri dengan terus belajar .

Reflektif dalam proses pembelajaran

Nilai selanjutnya adalah reflektif yang berarti seorang Guru Penggerak mampu senantiasa merefleksikan dan memaknai pengalaman yang terjadi di sekelilingnya, baik yang terjadi pada diri sendiri serta pihak lain. Perilaku reflektif seorang guru penggerak bisa dilihat ketika seorang guru telah menyelesaikan suatu aksi, maka ia akan mencatat dan memasukkannya dalam diri, mengendapkan hal positif untuk ditingkatkan, menyimpan hal negatif untuk diperbaiki. Menjadikan keduanya sebagai sarana evaluasi diri sehingga menjadi pribadi yang lebih baik setiap waktu. Semua peristiwa yang terjadi tidak dibiarkan berlalu begitu saja, tetapi selalu mengambil hikmahnya.

Saling berkolaborasi di MGMP IPS

Nilai Kolaboratif mempunyai arti bahwa seorang Guru Penggerak mampu senantiasa membangun hubungan kerja yang positif terhadap seluruh pihak pemangku kepentingan yang berada di lingkungan sekolah ataupun di luar sekolah. Sebagai contoh guru harus bisa membangun komunikasi dan kerjasama dengan orang tua murid dan komunitas terkait dalam mencapai tujuan pembelajaran. Sebagai contoh perilaku yang mampu dilakukan oleh seorang Guru Penggerak terkait nilai Kolaboratif adalah bersama-sama guru lain mencari solusi permasalahan yang biasa ditemui oleh peserta didik, baik masalah akademik maupun non akademik, kemudian seorang guru penggerak juga mampu berkomunikasi dan kerjasama dengan orang tua dalam penanganan permasalahan tersebut.

Berikutnya adalah nilai Inovatif, nilai Inovatif berarti seorang Guru Penggerak harus mampu senantiasa memunculkan gagasan-gagasan terbaru dan tepat sasaran terkait situasi tertentu ataupun permasalahan tertentu. Nilai inovatif ini juga mendukung keterbukaan para Guru Penggerak terhadap gagasan serta ide lain yang muncul dari luar dirinya untuk memecahkan berbagai masalah, mencari informasi lain yang bisa mendukung proses terjadinya, sudut pandang orang lain yang bisa membantu dirinya dalam menemukan inspirasi pemecahan masalah ataupun mengambil keputusan, hingga pada akhirnya melakukan solusi ataupun aksi nyata untuk mengatasi permasalahan tersebut. Contoh perilaku inovatif seorang Guru Penggerak adalah menemukan cara baru untuk diterapkan, sehingga pembelajaran tak terasa sebagai beban, tetapi tetap bermakna bagi siswa, menggunakan berbagai sumber belajar, menyenangkan, dan sesuai dengan cara belajar siswa.

Berpihak pada murid dengan
 mengembangkan potensinya

Nilai yang terakhir adalah berpihak pada murid,  nilai ini  mempunyai arti seorang Guru Penggerak selalu bergerak dengan mengutamakan kepentingan perkembangan murid sebagai dasar tujuan yang  utama. Segala keputusan yang diambil oleh seorang Guru Penggerak dalam pengambilan keputusan didasari pembelajaran yang mengutamakan
kepentingan  murid terlebih dahulu, bukan untuk kepentingan dirinya sendiri. Respek pada murid, tidak didasarkan pada rasa suka atau tidak suka terhadap murid. Memfasilitasi belajar sesuai  bakat, minat, cita-cita,potensi dan perkembangan anak yang disesuaikan dengan zamannya merupakan wujud dari keberpihakan pada murid.

Nilai dan peran dari Guru Penggerak dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara memiliki keterkaiatan yang sangat erat sekali. Kegiatan Pendidikan Guru Penggerak diharapkan akan membentuk pribadi para Guru Penggerak yang mampu mematrikan nilai-nilai dan menjalankan peran untuk menjadi teladan bagi para peserta didik sehingga kebiasaan berperilaku akan membentuk karakter dan Profil Pelajar Pancasila.

Guru penggerak harus mampu melaksanakan peran guru penggerak, meliputi pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi antar guru, dan mewujudkan kepemimpinan murid. Sebagai guru penggerak, guru harus mampu melaksanakan peran pertama sebagai pemimpin pembelajaran. Seorang pemimpin pembelajaran adalah guru yang mampu mengondisikan pembiasaan perilaku baik dengan memberikan keteladanan serta menerapkan sistem/ aturan yang konsisten di dalam kelas maupun di sekolah. Seorang Guru sudah sepatutnya mengembangkan lingkungan, baik fisik maupun psikis, yang menjadi tempat anak menanamkan nilai-nilai baik pada dirinya.

Melalui peran seorang Guru sebagai pemimpin pembelajaran, guru dapat mendorong wellbeing ekosistem pendidikan sekolah yang berpihak kepada anak. Guru sepatutnya bisa menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, membekali anak dengan sikap, karakter, pengetahuan dan keterampilan yang anak butuhkan. Dengan kata lain, guru penggerak harus mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung tumbuh kembang anak sesuai dengan zamannya.

Guru penggerak harus mampu menggerakkan komunitas praktisi atau menggerakkan  orang lain untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuhnya profil pelajar Pancasila pada anak. Guru penggerak dapat menggerakkan MGMP di lingkungan sekolah, komunitas guru tingkat kabupaten lewat MGMP, maupun komunitas lain agar semua anggota komunitas tersebut ikut terlibat melakukan perubahan untuk menerapkan pembelajaran yang berpihak pada anak agar terwujud profil pelajar Pancasila.

Menjadi mentor bagi sesama guru


Guru penggerak juga harus mampu menjadi mentor atau coach bagi guru lain untuk mengembangkan pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik di kelas dan sekolah masing-masing. Guru penggerak dituntut mampu mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu ditingkatkan dari rekan sejawat, merefleksikan hasil pengalamannya diri sendiri maupun guru yang lain tentang penerapan merdeka belajar, dan memantau perkembangan dari rekan guru agar diperoleh hasil yang lebih optimal.

Guru penggerak harus bisa membuka ruang diskusi yang positif dan mampu berkolaborasi antar guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru Penggerak juga sudah sepatutnya membantu para murid ini untuk mandiri dalam belajar, mampu memunculkan motivasi murid untuk belajar, juga mendidik karakter murid di sekolah sehingga mampu mewujudkan kepemimpinan murid.

Dari pembahasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa peran guru penggerak sangat banyak dan membutuhkan energy yang cukup besar. Agar mampu melaksanakan kelima peran tersebut dengan baik, guru penggerak harus menanamkan nilai-nilai pada diri guru penggerak itu sendiri sehingga mampu melihat tujuan dari Guru Penggerak. Guru penggerak harus mampu menjadi agen perubahan dari dirinya sendiri terlebih dahulu, yaitu dengan mulai menanamkan nilai-nilai guru penggerak pada diri seorang Guru Penggerak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar